Ya Allah Terima kasih atas kehidupan yang bermakna dan berwarna ini. Kau anugrahi aku kehidupan ini melalui mereka. Untuk itu, berikanlah kehidupan yang terbaik bagi mereka. Sayangilah mereka Ya Rabb..
MARY ANTIN, 1912:
We are not born all at once, but by bits. The body first, and the spirit later; and the birth and growth of the spirit, in those who are attentive to their own inner life, are slow and exceedingly painful. Our mothers are racked with the pains of our physical birth; we ourselves suffer the longer pains of our spiritual growth.
Selama 22 tahun ini, bersyukurlah karena diberikan oleh Allah untuk dapat menghirup udara di dunia. Mendapatkan kesempatan untuk hidup di dunia dan diberikan pilihan bebasnya. Bersyukur atas nikmat Iman dan Islam, yang tidak semua orang di dunia ini mendapatkannya, yang bahkan untuk mendapatkannya pun mungkin orang lain perlu menghadapi cobaan dan kebingungan yang amat sangat. Bersyukur pula atas nikmat sehat secara fisik dan mental sehingga mempunyai potensi awal untuk melakukan hal-hal yang diinginkan. Bersyukur diberi kemampuan untuk beribadah, bershadaqah, beramal, berinteraksi dengan sesama. Bersyukur dilahirkan dalam kondisi keluarga yang memadai dan memberikan kasih sayang yang begitu besarnya. Bersyukur atas segala curahan kasih sayang dan cinta Allah yang ditampilkan begitu indah melalui bumi dan penduduk diatasnya.
Usia 22 tahun tentu bukan perkara sepele. Selama 22 tahun itu pula orang-orang terdekat kita selalu memikirkan, mengorbankan, dan menginginkan kebaikan untuk diri kita. Mereka itu adalah orang orang tua. Keduanya selalu memanjatkan doa untuk anaknya, mendahului permintaan untuk dirinya sendiri. Meskipun saja kita sering kali lupa untuk mendoakan bahkan mengingat mereka walau sebentar. Merekalah yang rela bekerja untuk anak2nya. Merekalah yang juga dengan siap, tanpa berpikir panjang untuk berkorban asalkan anaknya berbahagia. Yap.., bersyukurlah kita yang masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mempunyai orang tua yang sehat, berkecukupan dan berkesempatan untuk mengartikan kasih sayang Allah dalam praktek yang senyata-nyatanya.
AUGUSTE NAPIER:
In each family a story is playing itself out, and each family’s story embodies its hope and despair.
22 tahun pula kehangatan keluarga selalu menemani. “kehangatan” yaitu perasaan diterima, dilindungi, dibesarkan dan dikasihi dalam sebuah ikatan darah bernama ‘keluarga’. Ai sekeluarga, Papa, Mama, Aan, mempunyai potensi besar, semangat besar, gairah besar, dan juga mimpi-mimpi besar. Karena setiap keluarga adalah unik. Setiap keluarga mempunyai caranya sendiri untuk menafsirkan arti kasih sayang, juga menafsirkan arti perlindungan. Maka bersyukurlah ketika kita mempunyai keluarga yang lengkap, saling menyayangi dan memberikan kehangatan perhatian yang nyata akan setiap langkah yang kita lakukan.
Kehangatan juga didapatkan dari saudara-saudara kita. Merekalah yang selalu mendoakan kita. saling memperhatikan ketika ada kesulitan, dan turut berbahagia ketika kita sedang senang. Mereka pulalah yang pertama kali siap dimintai bantuan, apapaun itu akan menjadi kebahagiaan sendiri ketika saudaranya bangkit karenanya. Tentunya pula, persaudaraan akan terasa lengkap saat hari-hari spesial. Ketika lebaran, ketika pernikahan, ketika kelahiran dan kematian, persaudaraan menjadi bumbu yang tak tergantikan. Persaudaraan menjadi berkah yang besar dari Allah. Dimana mereka saling berkumpul, bertukar kisah, dan saling membantu karena ikatan yang ditentukan Allah. Maka bersyukurlah ketika Allah memberikan ikatan darah yang saling melindungi, membantu, dan menyayangi karena-Nya.
Yup, berlanjut lagi pada pertemanan dan persahabatan. Tempat dimana canda, kepedulian, perhatian, kebahagiaan, dan tawa menjadi satu. Ukhuwahlah yang membuat pekerjaan kita menjadi terasa begitu ringan namun tetap bermakna. Dengannya pula, kita membangun cerita, kisah, yang akan selalu teringat saat kita bertambah dewasa. Melalui persahabatan pula, karakter kita terbangun. Aktivitas, obrolan, tingkah laku bahkan kebodohan-kebodohan yang akan menjadi pengingat di hari kemudian tentang kelucuan yang menjadi bumbu persahabatan. Persahabatan pula menjadi tempat kita menangis, mendapat perhatian, dan mendapat ketulusan untuk saling menyayangi. Maka bersyukurlah karena Allah telah menggabungkan kita kedalam sebuah persahabatan yang indah. Maka bersyukurlah ketika kita diberikan kesempatan untuk menjalin persahabatan dengan tingkah polah yang bermacam-macam, mulai dari yang paling menyebalkan, kocak, sampai yang paling baik, yang dengan itu semua karakter kita terbentuk dengan indah.
Pendidikan dan karir yang telah dicapai membuat kita yakin bahwa raihan ini bukanlah murni karena usaha dan kerja keras kita sebagai pribadi. Tapi hal tersebut merupakan rangkaian dari usaha yang dilakukan banyak orang. Mulai dari kita sebagai pribadi, orangtua sebagai penyandang dana plus motivator, para guru dan dosen yang berperan dalam membentuk watak pendidikan, teman-teman yang senantiasa membantu dan menjadikan penyemangat dalam belajar, karyawan yang terlibat dalam proses pendidikan, sampai pada pemerintah yang menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi warganya. Begitupun dalam hal karir, tidak serta merta kesuksesan itu datang karena kehebatan diri sendiri. Tapi dibalik kesuksesan karir kita itu terdapat andil office boy, security, facility, yang membuat nyaman kita dalam bekerja. Terdapat pula curahan perhatian para bos kita untuk memajukan anak buahnya. Lalu bagaimana suatu sistem bisnis dari manajemen, pegawai, supplier, kontraktor, dll, menyatu dalam sebuah interaksi yang membuat pekerjaan dan karir kita semakin baik saja. Maka bersyukurlah atas kesempatan pendidikan dan kecemerlangan karir yang kita dapatkan, serta penghargaan kita atas pengabdian guru2, dosen2, pemimpin2, dan orang2 yang secara langsung terlibat dalam goresan tapak pendidikan dan karir menuju kesuksesan nantinya.
special thanks atas sebuah tulisan yang merangkum semua rasa syukur untuk orang-orang yang kusayang walau kuyakin tidak akan pernah cukup rasa itu diungkapkan
“My birthday gift” edited by myself
Popularity: 28% [?]